Minggu, 03 Februari 2013
Pengobatan Islami Assyarif: Titik Bekam
Pengobatan Islami Assyarif: Titik Bekam: Klinik terapi Assyarif Alamat Praktek : Ciputat Raya, jl.H.Goden ujung Rt.08/011 no.23B. pondok pinang keb.lama jakarta selatan Telpon. ...
Rabu, 30 Januari 2013
Sekilas Penyakit Ruhaniah
Orang pintar makan untuk bertahan hidup,
sementara orang bodoh bertahan hidup untuk makan.
“Bila sakit berlanjut, hubungi dokter.” Kalimat tersebut sering kita dapatkan setelah tayangan iklan obat sakit kepala, sakit perut, sakit demam, dan penyakit jasmani lainnya di televisi. Ya, penyakit jasmani begitu banyak obatnya. Apabila obat yang dijual bebas tidak mempan, maka upaya penyembuhan dapat dilakukan dengan menghubungi dokter, klinik, atau rumah sakit terdekat. Jaminan kesehatan pun disediakan.
Lain halnya dengan penyakit ruhani atau batin. Iklan obatnya tidak ada, begitu pula dengan klinik, rumah sakit, serta dokter spesialisnya. Tak ada obat khusus penyakit sombong, tidak ada dokter spesialis penyakit dengki, misalnya. Padahal akibat yang ditimbulkan penyakit-penyakit batin itu bisa lebih gawat bila tak diobati segera. Disebabkan sifatnya yang abstrak, penyakit ruhani membutuhkan penanganan yang berbeda dengan penyakit jasmani. Pengetahuan dan pemahaman agama adalah alat untuk mendiagnosis penyakit batin yang menjangkit, serta menyembuhkannya.
Abdurrahman Ibnu al-Jauzi, ulama-psikolog yang hidup di abad kelima Hijrah ini menawarkan pengobatan spiritual yang berupaya menyehatkan dan menyelaraskan nilai-nilai (al-ma’ani). Buku yang berjudul asli al-Thibb al-Ruhani ini merupakan penyempurna buku Luqath al-Manafi yang berisi pengobatan untuk fisik. Buku ini memberikan cara tepat mengatasi aneka problem spiritual, mencegah hawa nafsu agar tidak mengganngu, dan mengobati penyakit yang terlanjur menjangkit akibat menuruti hawa nafsu.
Hawa nafsu adalah kecenderungan naluriah terhadap sesuatu yang selaras dengannya. Ia tidak tercela selama dibolehkan oleh syariat (mubah). Yang tercela, apabila ia melampaui batas kebolehan itu. Di dalam diri manusia terdapat tiga unsur penting, yakni akal (juz’aqli) yang sisi keutamaannya adalah ilmu sedang sisi ketercelaannya adalah kebodohan; kedua, unsur amarah (juz’ ghadhabi) yang menimbulkan ketegasan atau kepengecutan; dan ketiga, unsur hawa nafsu (juz’ syahwani).
Di antara penyakit batin adalah rakus, cinta birahi, haus kekuasaan, bakhil, boros, bohong, dengki, dendam, marah, sombong, riya, dan malas. Tentang penyakit marah, disampaikan bahwa bila kita sedang marah saat berdiri, maka berbaringlah, karena berdiri saat sedang marah bisa memicu melakukan tindakan kasar. Dan, apabila marah saat bicara, segeralah diam, karena kemarahan dapat memicu tindakan gegabah. Jika orang yang sedang marah tidak dapat menguasai diri dengan cepat, ia dapat melakukan hal-hal merugikan yang akan disesalinya.
Untuk mengobati penyakit marah, si pemarah mestinya berpikir bagaimana jika ia marah, dan bagaimana jika ia bersikap tenang. Ia akan tahu bahwa jika ia marah, sebenarnya ia telah gila dan lepas dari kontrol akal sehat. Dan, jika ia tidak mau membuang amarahnya, ia akan terus berniat untuk menghajar orang yang ia marahi itu. Dengan begitu ia akan bisa tenang. Dalam kondisi tenang, ia dapat memikirkan akibat buruk dari lampias kemarahannya (hal. 62).
Tentang nafsu atas kekuasaan, Ibnu Jauzi memberi nasihat dengan mengutip hadits Nabi, “Setiap orang yang memerintah sepuluh orang, apalagi lebih, akan datang menghadap Allah Swt kelak di hari kiamat dalam keadaan tangannya terbelenggu di lehernya. Tak ada yang bisa melepaskannya selain perbuatan baiknya, atau ia celaka karena dosanya.”
Mengobati penyakit batin memang tidak mudah, kita perlu mengoptimalkan fungsi akal sehat dan hati yang jernih
Label:
pengobatan alternatif,
pengobatan penyakit jiwa,
pengobatan spiritual,
penyakit batin,
penyakit jiwa,
penyakit ruhaniah,
sakit batin,
sakit jiwa,
sakit stress
Lokasi:
Bogor, Indonesia
Rabu, 07 November 2012
Hirudo Terapi: Perbedaan Lintah dengan Pacet
Hirudo Terapi: Perbedaan Lintah dengan Pacet: Lintah dan pacet adalah hewan yang tergabung dalam filum Annelida subkelas Hirudinea. Terdapat jenis lintah yang dapat hidup di darat...
Selasa, 06 November 2012
Layanan Terapi Rohani
Jiwa manusia adalah wujud spiritual yang sangat rentan, mudah sekali
terganggu. Hampir seluruh ulama sufi sepakat bahwa jiwa (an-nafs) adalah
sumber segala keburukan dan dosa. Menurut para sufi jiwa merupakan musuh
paling besar yang wajib diperangi dan keburukan menular yang wajib
ditumpas. mengapa begitu? Karena, jiwa adalah sumber syahwat dan
keinginan meraih kesenangan. Melepas jiwa dapat menjadikannya melenggang
bebas bersama hasrat (hawa) dan kecenderungan-kecenderungan yang liar.
Namun, tabiat jiwa sesungguhnya amat bergantung oleh kekuatan yang
mempengaruhinya. Karena kelemahannya itulah, jiwa kerap kali diganggu
oleh kekuatan setan agar selalu menuruti hasrat keburukan.
Gangguan-gangguan terhadap jiwa itu biasanya berupa perasaan waswas,
marah, riya, dengki, tamak, pelit berperasangka buruk dan berdusta.
Gangguan-gangguan terhadap jiwa ini sebenarnya dapat diobati. Lebih dari
itu, jiwa yang liar (nafs al-amarah) juga bisa dikembalikan ke dalam
kondisi yang tenang (nafs al-muthmainnah). Pengobatan terhadap
gangguan-gangguan jiwa ini menjadi perhatian serius para sufi dan ahli
ilmu jiwa modern. Tentu saja telah menjadi bukti nyata bahwa
persoalan gangguan jiwa memang tidak bisa dianggap remeh. Gangguan-gangguan jiwa yang parah juga bisa
menyebabkan derita fisik. Karena itulah.
menawarkan berbagai terapi pengobatan bagi berbagai macam gangguan jiwa secara tuntas dan praktis.
Langganan:
Postingan (Atom)


